Selasa, 24 November 2015, 09:47 --> Selasa, 24 November 2015, 11:13
09:47: Nur Izzatil Hasanah baru saja memasuki obrolan |
09:48: Ginanjar Saras Adhiguna baru saja memasuki obrolan |
09:48: Ginanjar Saras Adhiguna telah meninggalkan obrolan ini |
09:49: Shinta Widyastuti baru saja memasuki obrolan |
AS | 09:51: Agus Setiawan baru saja memasuki obrolan |
09:52: Ginanjar Saras Adhiguna baru saja memasuki obrolan |
09:55: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan |
09:58: Novita Anggraeni baru saja memasuki obrolan |
09:58 Ginanjar: Halo semua, Selamat Siang, Selamat datang, ini adalah chat online kedua kita dalam Diklat Pemetaan Konflik, dan mata diklat yang akan kita bahas pada siang hari ini adalah Analisis Gaya Bersengketa (AGATA) |
09:59 Nur Izzatil: Selamat siangg |
09:59 Novita: assalamualaikum..pak dan rekas semua..Insya Allah hari ini siap |
09:59 Ginanjar: Sebelumnya terimakasih banyak atas partisipasi Bapak/Ibuk sampai saat ini terus mengikuti fase online I Diklat Pemetaan Konflik, dari membaca modul, forum diskusi, hingga mengisi feedback. Respon dari Bapak/Ibuk sangat luar biasa |
10:00 Nur Izzatil: wa'alaykumussalam mbak Novita.. |
10:00: Rahmatullah Mukarramah baru saja memasuki obrolan |
10:00 Nur Syamsi: Selamat siang semuanya.... |
10:00 Ginanjar: Pertama, saya menjelaskan tentang aturan chat ini. Kita menggunakan chat online selama 1 jam ini untuk bertukar pikiran dan baiknya menggunakan kalimat yang singkat dan mudah dipahami. Bentuk sharing bisa berupa informas, motivasi ataupun opini |
10:00 Rahmatullah: selamat siang semua, |
10:00 Shinta: assalammualaikum dan selamat pagi semua (disini baru jam 10 pagi hehhehe) |
10:01 Nur Izzatil: Untuk awalan, saya ingin memastikan apakah AGATA ini bisa digunakan untuk sengketa lainnya selain sengketa terkait lahan?contoh sederhananya konflik dengan rekan kerja misalnya? |
10:01: MENI HENDRAWATI baru saja memasuki obrolan |
10:02 Nur Izzatil: wa'alaykumussalam mbak shintaaaa |
10:02 Ginanjar: Jika Bapak/Ibu setuju dengan hal diatas silahkan ketik âYâ untuk ya dan âTâ untuk tidak |
10:02 Novita: y |
10:02 Nur Izzatil: Y |
10:02 MENI: Y |
10:02 Ginanjar: bagaimana Bapak/ibu dengan 3 sesi kita? |
10:03 Nur Izzatil: aduh, nyuri start yak saya :P |
10:03 Nur Syamsi: Y |
10:04 Rahmatullah: y |
10:05 Shinta: Y |
10:05 Ginanjar: Sebelumnya, Perkenalkan nama saya Ginanjar Saras Adhiguna dari BDK Samarinda, saya akan menjadi Moderator/Tutor chat online ini |
10:06 Ginanjar: Baik kita mulai untuk sesi pertama ini, silahkan Bapak/ibu mereview pemahaman tentang AGATA |
10:08 Novita: menurut saya 3 materi terdahulu sangat berkaitan dan dapat diaplikasikan, bagi kami yang penyuluh metode ini dapat kami pakai juga tidak hanya apabila ada konflik |
10:08 Nur Izzatil: Saya ulang pertanyaan saya ya, sebelum lebih jauh saya ingin memastikan apakah AGATA bisa digunakan untuk sengketa lainnya selain terkait sengketa lahan? |
10:08 Shinta: agata adalah alat untuk menganalisis suatu persengketaan antara dua atau banyak pihak. |
10:08 Nur Syamsi: AGATA itu hanya sebatas mengetahui gayanya saja tetapi untuk merekomendasi terhadap solusi permasalahan |
10:10 Shinta: jadi agata hanya untuk mengetahui gaya sengketa nya dan alternatif cara penyelesaian konflik |
10:10 Novita: mengenai AGATA, tools itu dapat membantu kita melihat secara utuh konflik yang terjadi |
10:11 Novita: dan mengurai benang yang kusut, kita dapat melihat permasalahan dasar dengan melihat historikal dan meruntutnya hingga ke kondisi sekarang |
10:11 Nur Izzatil: dengan agata, kita bisa menentukan gaya dlm bersengketa dan bisa menentukan langkah yg tepat dlm penyelesaiannya |
10:11 Nur Syamsi: Izin bergabung dengan forum admin, Syamsi BDK Samarinda |
10:11 Rahmatullah: AGATA merupakan lanjutan dari RaTA, untuk mengetahui gaya bersengketa sehingga bisa dicari penyelesaian yang baik dan tidak merugikan kedua belah pihak yang bersengketa |
10:11 Novita: sehingga membantu kita untuk memilih gaya senggketa apa yang terbaik dilakukan dalam menghadapi konflik tersebut |
AA | 10:12: Ahmad Afif baru saja memasuki obrolan |
AA | 10:12 Ahmad: ahmad afif KPHL Tarakan hadir |
10:12 Ginanjar: baik.. sekarang adakah kaitannya antara AGATA dengan materi sebelumnya? jika ada silahkan dijelaskan dan di share.. |
10:13 MENI: @Mbak Zatil: menurut saya AGATA juga bisa digunakan untuk semua jenis sengketa, tidak terbatas hanya pada sengketa lahan. Gimana pak moderator? |
10:14: Dr. Budi baru saja memasuki obrolan |
10:14: Jayanthi BR Surbakti baru saja memasuki obrolan |
10:14 Novita: ada pak..disesi sebulumnya kita bisa melihat masing"subjek berdasarkan sudut pandang mereka, bisa jadi faktor sosial, faktor gender jg mempengaruhi pola pikir |
10:15 Ginanjar: bagaimana menurut Bapak?ibu..apakah AGATA ini ada relevansinya dengan materi sebelumnya |
10:15 Rahmatullah: menurut saya berkaitan, dari mengetahui akar masalah dan gaya bersengketa, maka dalam menentukan penyelesaian masalah akan lebih terfokus |
AA | 10:15 Ahmad: Agata sangat terkait dengan materi-materi sebelumnya karena setelah mengetahui penyebab sengketa, objek sengketa dan subjek sengketa selanjutnya harus dapat ditentukan gaya bersengketa untuk menentukan resolusi konflik yang akan diambil |
10:15 Rahmatullah: @mba zatil : menurut saya bisa mba, |
10:16 Novita: maka mempengaruhi mereka dalam menyelesaikan konflik, konflik terjadi karena adanya kepentingan yang tidak sama di 1 objek yng sama |
10:16 Nur Izzatil: @mbak mey : jadi itu emang sangat umum mbak ya, karena yg saya fahami itu gaya bersengketa pada umumnya yg dibahas..sehingga juga bisa digunakan untuk konflik yg lain |
10:16 Nur Izzatil: @mb rahma : sipp mbak |
10:17 Ginanjar: kembali ke review AGATA, apakah batasan AGATA hanya sebatas mengetahui gaya para pihak dalam bersengketa? |
10:17 MENI: AGATA sangat berkaitan dg meteri sebelumnya... dimulai dari... analisis sosial...kesetaraan gender....apalagi dengan RATA sangat berkaitan |
10:17 Nur Izzatil: Agata sangat terkait dengan Rata, dengan mengetahui subjek dan objek, kemudian kita bisa menganalisis gaya bersengketa antara subjek2 yg terkait thd objek tertentu |
10:17 Nur Syamsi: Agata tools untuk analisis konflik dan pemetaan konflik |
10:18 MENI: @pak Ginanjar: ya sesuai dengan namanya AGATA = Analisis Gaya Bersengketa, maka yang dianalisis hanya sebatas gaya bersengketa saja |
AA | 10:18 Ahmad: AGATA memang pada umumnya hanya untuk mengetahui gaya bersengketa. namun, dengan mengetahui gaya bersengketa tersebut dapat diputuskan berbagai resolusi penyelesaiannya |
10:19 Ginanjar: mantap sekali! |
10:20: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini |
10:20 MENI: @mbak Zatil : ya mbak AGATA memang bisa dipakai untuk analsisi sengketa apa saja.... baik antar personal, personal - komunitas, maupun komunitas - komunitas serta organisasi - organisasi |
10:21 MENI: *analisis |
10:21: Achmad Suhartanto baru saja memasuki obrolan |
10:21 Jayanthi: menanggapi pertanyaan Ibu Jatil... Menurut saya bisa banget mbak Jatil.. konflik dengan rekan kerja juga dapat ditentukan subjek, obje, dan gaya bersengkatanya. |
10:21 Nur Izzatil: @mbak mey : trims mbaak |
10:22 Shinta: selain menganalisis gaya bersengketa, agata juga bisa melihat masalah yang sebenarnya terjadi dari dan dicarikan solusinyaa |
10:22 Ginanjar: secara garis besar Review Bapak/Ibu sudah sangat bagus, bapak/ibu sudah bisa menjelaskan tentang AGATA secara singkat. |
10:22 MENI: @mbak Zatil: sama-sama.... asal jangan sampai setelah ini mbak bersengketa dengan mbak Jayanti.... entar siapa yang menganalisis gayanya hehe |
10:23 Nur Izzatil: @mbak jay : nah iya mbak itu maksudnya, jd mungkin bs digunakan untuk konflik pribadi :P |
AA | 10:23: Ahmad Afif telah meninggalkan obrolan ini |
10:23 Jayanthi: apakah ada kasus nyata dari teman-teman yang bisa kita bahaas hari ini? |
10:24 Ginanjar: Sekarang Kita masuk ke bagian 2. Menurut Bapak/Ibu apakah AGATA ini penting? |
AA | 10:24: Ahmad Afif baru saja memasuki obrolan |
10:24 MENI: Sangat penting |
10:24 Nur Izzatil: Sangat penting |
10:24 Rahmatullah: penting |
10:24 Ginanjar: dan seberapa penting? apa alasannya |
10:25 Ginanjar: kaitannya dengan konflik sumber daya hutan |
10:25 Jayanthi: penting, karena melalui agata kita dapat menentukan teknik penanganan konflik |
10:25 Nur Izzatil: Dengan mengetahui gaya bersengketa kita bisa mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan sengketa |
10:25 MENI: Sangat penting, karena dengan mengetahui gaya sengketa...maka bisa ditentukan metode penyelesaian konflik yang tepat...win-win solution |
10:25 Rahmatullah: karena dengan mengetahui gaya bersengketa, dapat dicari solusi terbaik dalam menangai konflik/sengketa |
10:25 Nur Izzatil: yg tepat bagi kedua belah pihak |
10:26 Rahmatullah: benar, yang tepat bagi kedua belah pihak |
10:26 Jayanthi: tanpa mengetahui agata, akan sangat sulit untuk mencari penanganan yang sesuai dan tepat. |
10:27 Rahmatullah: win-win solution |
10:27 Nur Izzatil: dan bisa jadi sengketa akan semakin rumit |
10:27 Novita: SANGAT PENTING |
10:27 Nur Izzatil: *jika tanpa agata* |
10:27 Jayanthi: yaaaa... benar mba jatil. jadi makin rumit, |
10:27 Shinta: penting untuk mengetahui gaya bersengketa agar bisa dicari penyelesaian konfliknya |
10:27 Ginanjar: pendapat yang menarik dari Ibu jatil terkait win win solution, mari kita bahas, bagaimana menurut bapak/ibu? |
10:28 Nur Izzatil: win-win solution itu komen mbak meyy :D |
10:28 Jayanthi: yang bener itu mbak Amah... hahahahha |
10:29 Ginanjar: apakah win-win solution itu mengacu pada kolaborasi? |
10:29 MENI: semuanya benar |
10:29 Rahmatullah: mba Mey juga :D |
10:29 Novita: win-win solution bisa jg dikatakan belah semangka, tidak ada kata pemenang sejati..sebenarnya saya kurang setuju..karena menurut saya semua harus diletakkan secara proposional |
10:30: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan |
10:30 Nur Izzatil: tapi saya sangat sepakat..dengan win-win solution harapannya tidak akan ada pihak yg dirugikan |
10:30: Wilma Kania F baru saja memasuki obrolan |
AA | 10:30: Ahmad Afif telah meninggalkan obrolan ini |
10:30 Achmad: sy setuja sm bu novita anggraeni |
10:30 Nur Syamsi: Gaya bersengketa bukan kita yg menentukan tetapi berdasarkan objektivitas |
10:30 Rahmatullah: atau memperoleh keuntungan dan atau kerugian yang relatif seimbang |
10:31 Wilma: aslm.wr.wb..selamat siang, maaf jaringan lelet, baru bisa masuk skrg, info terbaru yg saya lewati..mohon dishare,thnks |
10:31 Rahmatullah: saat memutuskan suatu permasalahan yang melibatkan kepentingan para pihak tersebut |
10:31 Ginanjar: Bagaimana untuk mencapai win-win solution itu sendiri? |
10:32 Ginanjar: selamat datang ibu wilma..selamat bergabung.. |
10:32 Nur Izzatil: wa'alaykumussalam mbak wilma..masih diskusi soal pentingnya agata mbak, lgsg gabung aja |
10:33 MENI: terkait pertanyaan pak Ginanjar mengenai win-win solution apakah termasuk kolaborasi ? Agak membingungkan sih...karena kalau kolabiorasi berarti Asertid tinggi dan Disertif tinggi... |
10:33 Shinta: berdiskusi dan "duduk semeja" sesama pihak yang berkonflik. jadi lebih kepada berkompromi untuk mencari solusi terbaik |
10:33 Nur Syamsi: Proses untuk mencapai win win solution sangatlah panjang karena harus mengakomodasi kedua kepentingan atau lebih yang sama sama kuat. |
10:33 Wilma: siaapp |
10:33 Wilma: siaapp |
10:33 Wilma: siaapp |
10:33 Wilma: siaapp |
10:34 Novita: akan ada selalu pihak yang akan tidak puas namun juga harus melihat dari sisi aturan perundang-undangan dan kepentingan lingungan |
10:34 MENI: menurut saya win-win solution itu berada di tengah-tengah.... yaitu kompromistis...bagaimana teman2? |
10:35 Rahmatullah: inti pendekatan win-win solution adalah adanya solusi yang memuaskan semua pihak, bukan kemenangan satu pihak |
10:35 Achmad: mo kompromi apa km mei |
10:35 MENI: @pak Tanto: kompromi menyelesaikan sengketa |
10:35 Wilma: hmm.. konfliknya harus dilihat dulu, tahapan RATA harus masuk dalam strategi...baru AGATA dilaksanakan |
AA | 10:36: Ahmad Afif baru saja memasuki obrolan |
10:36 Achmad: kalo realx.. bs mati gaya kita mei.. |
AA | 10:37: Ahmad Afif telah meninggalkan obrolan ini |
10:37 Novita: proposional yang saya maksud adalah sesuai dengan aturan dan kearifan lokal (kepentingan alam) |
10:37: Dr. Budi telah meninggalkan obrolan ini |
10:38 Jayanthi: misalnya bagaimana bu? |
10:38: Rita Handayani baru saja memasuki obrolan |
10:38 Wilma: AGATA bisa dilaksanakan ketika konflik sudah bisa terdefinisikan, dalam artian ini konflik masuk dalam kawasan mana, kawasan hutan ataukah bukan kawasan hutan |
10:38 MENI: @Bu Novita: contoh kasusnya bu ? |
10:38 Wilma: sekarang ini konflik yang terjadi didalam kawasan hutan itu sudah berupa modus |
10:39 Nur Izzatil: iya mbak wilma, oleh karena itu agata dilakukan setelah Rata |
10:39 Ginanjar: berarti sudah jelas perbedaan win win solution dengan kolaborasi.. winwin solution mengacu pada menang-menang/ ssemua menang sedangkan kolaborasi mengacu pada proporsional |
10:40 Novita: betul mb wilma..banyak modus di sengketa lahan sekarang..ada dalang dibalik semua itu..contoh konkrit kebakaran hutan dan lahan saat ini |
10:41: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini |
10:41 Nur Izzatil: klo di TNK berarti udah masuk gaya --> agitasi |
10:41: Dr. Budi baru saja memasuki obrolan |
10:42: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan |
10:42 Wilma: kalau dalam kawasan hutan area konflik tersebut, tidak gampang menyelesaikan dengan AGATA, karena tipenya sudah masuk modus, dompleng kepentingan dan keuntungan |
10:42 Rahmatullah: agitasi |
10:42 Nur Syamsi: Saya belum pernah mengguanakan instrumen AGATA |
10:43 Nur Izzatil: dengan gaya sengketa agitasi --> penyelesaian konfliknya bisa sangat lama karena banyak pihak yg berkepentingan, salah satunya kepentingan politik |
10:43 MENI: Modus ? Bagaimana bisa mengetahui bahwa itu modus ? |
10:43 Ginanjar: Coba ceritakan yang sudah pernah menggunakan AGATA atau pernah terjun dalam konflik lahan dan bagaimana gaya bersengketa yang terjadi secara obyektif |
10:43 Nur Izzatil: maka dari itu konflik di TNK sampai sekarang sulit diselesaikan.. |
10:43 Novita: saya pernah ikut waktu masih di Mitra TNK saja.. |
10:44 MENI: Analisis spt apa yang bisa menyimpulkan itu modus bu Wilma ? |
10:44 Novita: berbagai seminar, pertemuan dengan berbagai pihak dari pusat sampai pemda bahkan ke hukum..semua sudah ditempuh |
10:44 Wilma: itu akan ada satu pihak yang dirugikan..ini kasus di dalam kawasan hutan |
10:45: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini |
10:45: Anne-Cathrin Vonarx baru saja memasuki obrolan |
10:45 Novita: untuk rekan-rekan di balai TNK masih survive dan kreatif hingga kini, walau ilegal logging dan penyerobotan lahan masih ada |
10:46 Ginanjar: bagaimana pengalaman ibu Novita terkait instrumen AGATA? |
10:46: Wilma Kania F telah meninggalkan obrolan ini |
10:46 Novita: salut untuk bapak/ibu di TNK...banyak karya mereka sekarang yang telah jadi buku yang layak dibaca, dengan cara itu kita bisa memahami betapa pentingnya keberadaan TNK |
10:47 Nur Izzatil: hingga akhirnya tahun lalu (2014) dilepas dari kawasan sekitar 7rb hektar untuk masyarakat sekitar kawasan |
10:47: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan |
10:47: Wilma Kania F baru saja memasuki obrolan |
10:48 Jayanthi: NOTE : Masyarakat Pendatang |
10:48 Jayanthi: |
10:48 Nur Izzatil: hal tersebut dilakukan karena menghindari konflik yg lebih besar, tidak hanya dengan masyarakat sekitar, tetapi juga konflik dengan pemda |
10:48 MENI: Konflik tsb terjadi mungkin karena kurangnya pendekatan dg masyarakat sekitarnya |
10:49 MENI: kembali ke topik.... instrumen AGATA apa saja yg sudah digunakan di kasus TNK ? |
10:49 Nur Syamsi: Jenis konflik yg ada di TNK apakah masih laten ataukah permukaan ataukah sudah terbuka??? |
10:50 Nur Izzatil: kalau yg saya lihat, posisi TNK sebagai pihak yang mengalah --> apa ya istilahnya? |
10:50 Novita: salah satu contoh adalah abrasi sekitar sungai kayan sudah semakin parah, potensi sonneratia sangat banyak,agar masyarakat mau menjaga maka masyarakat juga harus merasakan manfaat, |
10:50 Nur Izzatil: di TNK sudah terbuka pak samsi.. |
10:50 Jayanthi: Terbuka Saaam.. |
10:50 MENI: point penting...masyarakat mau menjaga jika merasakan manfaatnya |
10:51 MENI: nah terkadang, manfaat sebenarnya sudah dirasakan, tapi belum disadari bahwa itu manfaat |
10:51 Ginanjar: apakah ada yang sudah pernah tahu instrumen AGATA seperti apa dan cara penggunaanya? |
10:52: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini |
10:52: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan |
10:52 MENI: Syam ini keluar masuk aja kerjaanya..ke kamar kecil ya ? hehehe |
10:53 Nur Izzatil: saya sendiri belum pernah menggunakan instrumen agata :P |
10:53 Nur Syamsi: Yang saya tau agata itu tools yg berbeda dari lainnya karena semacam software |
10:53 Nur Syamsi: Itu yg pernah saya baca..hehehehe |
10:53 Nur Syamsi: Sakit peyut mbak mey |
10:54 MENI: kalau saya pernah menggunakan instrumen AGATA hanya bukan pada kasus lahan..tapi kasus dana PUAP |
10:54: Rita Handayani telah meninggalkan obrolan ini |
10:54 Rahmatullah: saya belum pernah |
10:54 Ginanjar: berarti AGATA bisa digunakan untuk kasus apapun? |
10:54 Ginanjar: bisa di share pengalaman nya ibu mey.. |
10:55 MENI: ya AGATA bisa digunakan untuk kasus apapun |
10:55 Nur Izzatil: iya mbak mey, itu gimana?apa sama cara penggunaannya dg sengketa lahan? |
10:55: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini |
10:55 Ginanjar: silahkan di share pengalamannya bu mey.. |
10:55 Nur Izzatil: yg kasus dana puap itu |
10:55: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan |
10:56 Novita: iya pak..ketika kita mau PRA penyusunan Programa juga bisa digunakan sehingga kegiatan tahun berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan |
10:56 Novita: iya pak..ketika kita mau PRA penyusunan Programa juga bisa digunakan sehingga kegiatan tahun berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan |
10:56 Novita: iya pak..ketika kita mau PRA penyusunan Programa juga bisa digunakan sehingga kegiatan tahun berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan |
10:56 Nur Izzatil: begh samsi -_- |
10:56 MENI: Gini kasus dana PUAP yang ada di Desa bakunga |
10:56 Nur Izzatil: begh samsi -_- |
10:56 Nur Syamsi: Ayo mbak mey ceritakan kepada kami |
10:56: Wilma Kania F telah meninggalkan obrolan ini |
10:56 Novita: seru nih..hehehe |
10:57 Rahmatullah: ayo mba mey, silahkan cerita |
10:57: Wilma Kania F baru saja memasuki obrolan |
10:57: Rita Handayani baru saja memasuki obrolan |
10:58 Nur Syamsi: Mbak mey =p |
10:59 Rahmatullah: mas Syamsi x_x |
11:00: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini |
11:00 MENI: Ketika saya mulai bertugas disana, barulah dijelaskan duduk permasalahnya oleh Ketua gapoktan.... |
11:00 Nur Izzatil: jadi gaya bersengketanya menghindar ya mbak? |
11:01 MENI: Yup gaya bersengketanya disini menghindar |
11:01 Wilma: apa metode AGATA yang dipakai? |
11:01 Jayanthi: oknum petugas maksudnya mba? |
AA | 11:01: Ahmad Afif baru saja memasuki obrolan |
11:01 MENI: antara.... oknum perorangan dengan kelompok |
11:01 Novita: berarti apatis dong mb..saling menghindar..heheh |
11:01 MENI: yup oknum petugas..... |
11:01 Nur Izzatil: emang sulit ya kalau menghindar --> berarti gak ada keinginan untuk menyelesaikan masalah |
AA | 11:02: Ahmad Afif telah meninggalkan obrolan ini |
11:02: Rahmatullah Mukarramah telah meninggalkan obrolan ini |
11:02: Wilma Kania F telah meninggalkan obrolan ini |
11:02 Ginanjar: baik Bapak/ibu mohon maaf sebelumnya.. waktu sudah menunjukkan jam 12.00 WITA, karena sesi chat online kita hanya berdurasi 1 jam. |
11:02: Suriantoh Antoh baru saja memasuki obrolan |
11:03 Novita: kurang pak..banyak yang belum bisa masuk... |
11:03 Suriantoh: waduh baru mw joint da finish |
11:03: Rahmatullah Mukarramah baru saja memasuki obrolan |
11:03 MENI: nah dari gaya saling menghindar tersebut... saya mencoba mendekati pihak komunitas (gapoktan) dahulu agar diarahkan ke akomodatif |
11:03 Suriantoh: baru bisa masuk,,, |
11:04: Wilma Kania F baru saja memasuki obrolan |
11:04 Rahmatullah: yah, jaringan tidak bersahabat |
11:04 Ginanjar: mohon maaf Bapak Antoh... tidak apa apa pak.. |
11:04 Suriantoh: td baru beli jaringan |
11:04 Jayanthi: mba mei melum selese cerita pak Anjar.. |
11:04 Novita: lain kali waktunya di tambah pak.. |
11:04 Nur Izzatil: Sampai bertemu lagi semuanya |
11:04 Rahmatullah: iyah |
11:04 MENI: dengan oknum petugas sebelumnya yg bermasalah, saya mencoba melakukan pendekatan secara persuasif meski awalnya ditolak |
11:04 Jayanthi: |
11:04 Rahmatullah: oknum petugasnya apa kabar |
11:04 Novita: mb..mei..cerita lgi dong..pak anjar jgn diputus dl.. |
11:05 MENI: yaaah udah habis waktunya ya |
11:05 Ginanjar: sampai jumpa di sesi tatap muka.. |
11:05 Ginanjar: jangan lupa untuk penugasaannya..terimakasih |
11:05 MENI: ceritanya bersambung aja ya.... |
11:05 MENI: sampai jumpaaaaa semuaaaa..... |
11:06: Wilma Kania F telah meninggalkan obrolan ini |
11:06 Nur Izzatil: iya mbak meeey...ditunggu lanjutannya |
11:06 Jayanthi: sampai ketemu di face to face ya semuanya... |
11:06: Nur Izzatil Hasanah telah meninggalkan obrolan ini |
11:07 Rahmatullah: sampai jumpa semua |
AS | 11:07: Agus Setiawan telah meninggalkan obrolan ini |
11:07 Novita: emang udah keluar nama"untuk face to face,..heheh |
11:07: Ginanjar Saras Adhiguna telah meninggalkan obrolan ini |
11:07 Suriantoh: emang yakin diundang F to F y mba yanti,,hihihi |
11:08 Rahmatullah: hayooo, siapa yg mw ikut face to face.... |
11:08 Novita: ok..sampai ketemu di chat selanjutnya.. |
11:08 Suriantoh: see u,,, |
11:08: Novita Anggraeni telah meninggalkan obrolan ini |
11:09: Dr. Budi telah meninggalkan obrolan ini |
11:09 MENI: seruuuu tuh kalau ada face to face tetap online via webcam |
11:09: Suriantoh Antoh telah meninggalkan obrolan ini |
11:09: Rita Handayani telah meninggalkan obrolan ini |
11:10: Achmad Suhartanto telah meninggalkan obrolan ini |
11:10 Jayanthi: yakin dooong pak tantoow.. |
11:10: Rahmatullah Mukarramah telah meninggalkan obrolan ini |
11:13: Shinta Widyastuti telah meninggalkan obrolan ini |