Selasa, 24 November 2015, 09:47 --> Selasa, 24 November 2015, 11:13

09:47: Nur Izzatil Hasanah baru saja memasuki obrolan
09:48: Ginanjar Saras Adhiguna baru saja memasuki obrolan
09:48: Ginanjar Saras Adhiguna telah meninggalkan obrolan ini
09:49: Shinta Widyastuti baru saja memasuki obrolan
AS09:51: Agus Setiawan baru saja memasuki obrolan
09:52: Ginanjar Saras Adhiguna baru saja memasuki obrolan
09:55: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan
09:58: Novita Anggraeni baru saja memasuki obrolan
09:58 Ginanjar:

Halo semua, Selamat Siang, Selamat datang, ini adalah chat online kedua kita dalam Diklat Pemetaan Konflik, dan mata diklat yang akan kita bahas pada siang hari ini adalah Analisis Gaya Bersengketa (AGATA)

09:59 Nur Izzatil:

Selamat siangg senyum)

09:59 Novita:

assalamualaikum..pak dan rekas semua..Insya Allah hari ini siap senyum

09:59 Ginanjar:

Sebelumnya terimakasih banyak atas partisipasi Bapak/Ibuk sampai saat ini terus mengikuti fase online I Diklat Pemetaan Konflik, dari membaca modul, forum diskusi, hingga mengisi feedback. Respon dari Bapak/Ibuk sangat luar biasa

10:00 Nur Izzatil:

wa'alaykumussalam mbak Novita..

10:00: Rahmatullah Mukarramah baru saja memasuki obrolan
10:00 Nur Syamsi:

Selamat siang semuanya....

10:00 Ginanjar:

Pertama, saya menjelaskan tentang aturan chat ini. Kita menggunakan chat online selama 1 jam ini untuk bertukar pikiran dan baiknya menggunakan kalimat yang singkat dan mudah dipahami. Bentuk sharing bisa berupa informas, motivasi ataupun opini

10:00 Rahmatullah:

selamat siang semua,

10:00 Shinta:

assalammualaikum dan selamat pagi semua (disini baru jam 10 pagi hehhehe)

10:01 Nur Izzatil:

Untuk awalan, saya ingin memastikan apakah AGATA ini bisa digunakan untuk sengketa lainnya selain sengketa terkait lahan?contoh sederhananya konflik dengan rekan kerja misalnya?

10:01: MENI HENDRAWATI baru saja memasuki obrolan
10:02 Ginanjar:

Kedua, hal yang akan kita bahas pada sesi ini adalah 1. Review pemahaman Bapak/Ibuk mengenai AGATA 2. Penting/tidaknya AGATA dalam Pemetaan Konflik 3. Pengalaman menggunakan AGATA di Lingkungan Bapak/Ibu

10:02 Nur Izzatil:

wa'alaykumussalam mbak shintaaaa senyum)

10:02 Ginanjar:

Jika Bapak/Ibu setuju dengan hal diatas silahkan ketik “Y” untuk ya dan “T” untuk tidak

10:02 Novita:

y

10:02 Nur Izzatil:

Y

10:02 MENI:

Y

10:02 Ginanjar:

bagaimana Bapak/ibu dengan 3 sesi kita?

10:03 Nur Izzatil:

aduh, nyuri start yak saya :P

10:03 Nur Syamsi:

Y

10:04 Rahmatullah:

y

10:05 Shinta:

Y

10:05 Ginanjar:

Sebelumnya, Perkenalkan nama saya Ginanjar Saras Adhiguna dari BDK Samarinda, saya akan menjadi Moderator/Tutor chat online ini

10:06 Ginanjar:

Baik kita mulai untuk sesi pertama ini, silahkan Bapak/ibu mereview pemahaman tentang AGATA

10:08 Novita:

menurut saya 3 materi terdahulu sangat berkaitan dan dapat diaplikasikan, bagi kami yang penyuluh metode ini dapat kami pakai juga tidak hanya apabila ada konflik

10:08 Nur Izzatil:

Saya ulang pertanyaan saya ya, sebelum lebih jauh saya ingin memastikan apakah AGATA bisa digunakan untuk sengketa lainnya selain terkait sengketa lahan?

10:08 Shinta:

agata adalah alat untuk menganalisis suatu persengketaan antara dua atau banyak pihak.

10:08 Nur Syamsi:

AGATA itu hanya sebatas mengetahui gayanya saja tetapi untuk merekomendasi terhadap solusi permasalahan

10:09 MENI:

AGATA merupakan tools lanjutan dari RATA, RATA untuk menemukan akar permaslahan, sedangkan AGATA untuk menemukan gaya sengketa.... sehingga mudah untuk ke langkah selanjutnya dalam menemukan solusi

10:10 Shinta:

jadi agata hanya untuk mengetahui gaya sengketa nya dan alternatif cara penyelesaian konflik

10:10 Novita:

mengenai AGATA, tools itu dapat membantu kita melihat secara utuh konflik yang terjadi

10:11 Novita:

dan mengurai benang yang kusut, kita dapat melihat permasalahan dasar dengan melihat historikal dan meruntutnya hingga ke kondisi sekarang

10:11 Nur Izzatil:

dengan agata, kita bisa menentukan gaya dlm bersengketa dan bisa menentukan langkah yg tepat dlm penyelesaiannya

10:11 Nur Syamsi:

Izin bergabung dengan forum admin, Syamsi BDK Samarinda

10:11 MENI:

Dari sekian banyak gaya sengketa, menurut saya yang paling sulit untuk ditemukan solusinya adalah gaya bersengketa menghindar karena sikap apatis dari masing-masing pihak, bagaimana menurut teman-teman?

10:11 Rahmatullah:

AGATA merupakan lanjutan dari RaTA, untuk mengetahui gaya bersengketa sehingga bisa dicari penyelesaian yang baik dan tidak merugikan kedua belah pihak yang bersengketa

10:11 Novita:

sehingga membantu kita untuk memilih gaya senggketa apa yang terbaik dilakukan dalam menghadapi konflik tersebut

AA10:12: Ahmad Afif baru saja memasuki obrolan
AA10:12 Ahmad:

ahmad afif KPHL Tarakan hadir

10:12 Ginanjar:

baik.. sekarang adakah kaitannya antara AGATA dengan materi sebelumnya? jika ada silahkan dijelaskan dan di share..

10:13 MENI:

@Mbak Zatil: menurut saya AGATA juga bisa digunakan untuk semua jenis sengketa, tidak terbatas hanya pada sengketa lahan. Gimana pak moderator?

10:14: Dr. Budi baru saja memasuki obrolan
10:14: Jayanthi BR Surbakti baru saja memasuki obrolan
10:14 Novita:

ada pak..disesi sebulumnya kita bisa melihat masing"subjek berdasarkan sudut pandang mereka, bisa jadi faktor sosial, faktor gender jg mempengaruhi pola pikir

10:15 Ginanjar:

bagaimana menurut Bapak?ibu..apakah AGATA ini ada relevansinya dengan materi sebelumnya

10:15 Rahmatullah:

menurut saya berkaitan, dari mengetahui akar masalah dan gaya bersengketa, maka dalam menentukan penyelesaian masalah akan lebih terfokus

AA10:15 Ahmad:

Agata sangat terkait dengan materi-materi sebelumnya karena setelah mengetahui penyebab sengketa, objek sengketa dan subjek sengketa selanjutnya harus dapat ditentukan gaya bersengketa untuk menentukan resolusi konflik yang akan diambil

10:15 Rahmatullah:

@mba zatil : menurut saya bisa mba,

10:16 Novita:

maka mempengaruhi mereka dalam menyelesaikan konflik, konflik terjadi karena adanya kepentingan yang tidak sama di 1 objek yng sama

10:16 Nur Izzatil:

@mbak mey : jadi itu emang sangat umum mbak ya, karena yg saya fahami itu gaya bersengketa pada umumnya yg dibahas..sehingga juga bisa digunakan untuk konflik yg lain

10:16 Nur Izzatil:

@mb rahma : sipp mbak

10:17 Ginanjar:

kembali ke review AGATA, apakah batasan AGATA hanya sebatas mengetahui gaya para pihak dalam bersengketa?

10:17 MENI:

AGATA sangat berkaitan dg meteri sebelumnya... dimulai dari... analisis sosial...kesetaraan gender....apalagi dengan RATA sangat berkaitan

10:17 Nur Izzatil:

Agata sangat terkait dengan Rata, dengan mengetahui subjek dan objek, kemudian kita bisa menganalisis gaya bersengketa antara subjek2 yg terkait thd objek tertentu

10:17 Nur Syamsi:

Agata tools untuk analisis konflik dan pemetaan konflik

10:18 MENI:

@pak Ginanjar: ya sesuai dengan namanya AGATA = Analisis Gaya Bersengketa, maka yang dianalisis hanya sebatas gaya bersengketa saja

AA10:18 Ahmad:

AGATA memang pada umumnya hanya untuk mengetahui gaya bersengketa. namun, dengan mengetahui gaya bersengketa tersebut dapat diputuskan berbagai resolusi penyelesaiannya

10:19 Ginanjar:

mantap sekali!

10:19 Novita:

tidak pak..agata tidak hanya berbicara mengenai gaya sengketa, namun juga dengan agata kita bisa melihat duduk persoalan intinya, kita juga bisa memberi msukan kepada para pengambilan kebijakan untuk meninjau ulang keputusan yang telah ada di lihat dari manfaat dan kerugian berbagai sisi

10:20: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini
10:20 MENI:

@mbak Zatil : ya mbak AGATA memang bisa dipakai untuk analsisi sengketa apa saja.... baik antar personal, personal - komunitas, maupun komunitas - komunitas serta organisasi - organisasi

10:20 Nur Izzatil:

tidak hanya sebatas mengetahui gaya bersengketa pak, tetapi juga penyebab terjadinya gaya bersengketa yg demikian, seperti pihak mana yg asertif/disertif dan apa yg harus dilakukan terhadap masing2 pihak yg berkonflik

10:21 MENI:

*analisis

10:21: Achmad Suhartanto baru saja memasuki obrolan
10:21 Jayanthi:

menanggapi pertanyaan Ibu Jatil... Menurut saya bisa banget mbak Jatil.. konflik dengan rekan kerja juga dapat ditentukan subjek, obje, dan gaya bersengkatanya.

10:21 Nur Izzatil:

@mbak mey : trims mbaak senyum

10:22 Shinta:

selain menganalisis gaya bersengketa, agata juga bisa melihat masalah yang sebenarnya terjadi dari dan dicarikan solusinyaa

10:22 Ginanjar:

secara garis besar Review Bapak/Ibu sudah sangat bagus, bapak/ibu sudah bisa menjelaskan tentang AGATA secara singkat.

10:22 MENI:

@mbak Zatil: sama-sama.... asal jangan sampai setelah ini mbak bersengketa dengan mbak Jayanti.... entar siapa yang menganalisis gayanya hehe

10:23 Nur Izzatil:

@mbak jay : nah iya mbak itu maksudnya, jd mungkin bs digunakan untuk konflik pribadi :P

AA10:23: Ahmad Afif telah meninggalkan obrolan ini
10:23 Jayanthi:

apakah ada kasus nyata dari teman-teman yang bisa kita bahaas hari ini?

10:24 Ginanjar:

Sekarang Kita masuk ke bagian 2. Menurut Bapak/Ibu apakah AGATA ini penting?

AA10:24: Ahmad Afif baru saja memasuki obrolan
10:24 MENI:

Sangat penting

10:24 Nur Izzatil:

Sangat penting

10:24 Rahmatullah:

penting

10:24 Ginanjar:

dan seberapa penting? apa alasannya

10:25 Ginanjar:

kaitannya dengan konflik sumber daya hutan

10:25 Jayanthi:

penting, karena melalui agata kita dapat menentukan teknik penanganan konflik

10:25 Nur Izzatil:

Dengan mengetahui gaya bersengketa kita bisa mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan sengketa

10:25 MENI:

Sangat penting, karena dengan mengetahui gaya sengketa...maka bisa ditentukan metode penyelesaian konflik yang tepat...win-win solution

10:25 Rahmatullah:

karena dengan mengetahui gaya bersengketa, dapat dicari solusi terbaik dalam menangai konflik/sengketa

10:25 Nur Izzatil:

yg tepat bagi kedua belah pihak

10:26 Rahmatullah:

benar, yang tepat bagi kedua belah pihak

10:26 Jayanthi:

tanpa mengetahui agata, akan sangat sulit untuk mencari penanganan yang sesuai dan tepat.

10:27 Rahmatullah:

win-win solution

10:27 Nur Izzatil:

dan bisa jadi sengketa akan semakin rumit

10:27 Novita:

SANGAT PENTING

10:27 Nur Izzatil:

*jika tanpa agata*

10:27 Jayanthi:

yaaaa... benar mba jatil. jadi makin rumit,

10:27 Shinta:

penting untuk mengetahui gaya bersengketa agar bisa dicari penyelesaian konfliknya

10:27 Ginanjar:

pendapat yang menarik dari Ibu jatil terkait win win solution, mari kita bahas, bagaimana menurut bapak/ibu?

10:28 Nur Izzatil:

win-win solution itu komen mbak meyy :D

10:28 Jayanthi:

yang bener itu mbak Amah... hahahahha

10:29 Ginanjar:

apakah win-win solution itu mengacu pada kolaborasi?

10:29 MENI:

semuanya benar senyum

10:29 Rahmatullah:

mba Mey juga :D

10:29 Novita:

win-win solution bisa jg dikatakan belah semangka, tidak ada kata pemenang sejati..sebenarnya saya kurang setuju..karena menurut saya semua harus diletakkan secara proposional

10:30: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan
10:30 Nur Izzatil:

tapi saya sangat sepakat..dengan win-win solution harapannya tidak akan ada pihak yg dirugikan

10:30: Wilma Kania F baru saja memasuki obrolan
AA10:30: Ahmad Afif telah meninggalkan obrolan ini
10:30 Achmad:

sy setuja sm bu novita anggraeni

10:30 Nur Syamsi:

Gaya bersengketa bukan kita yg menentukan tetapi berdasarkan objektivitas

10:30 Rahmatullah:

atau memperoleh keuntungan dan atau kerugian yang relatif seimbang

10:31 Wilma:

aslm.wr.wb..selamat siang, maaf jaringan lelet, baru bisa masuk skrg, info terbaru yg saya lewati..mohon dishare,thnks

10:31 Rahmatullah:

saat memutuskan suatu permasalahan yang melibatkan kepentingan para pihak tersebut

10:31 Ginanjar:

Bagaimana untuk mencapai win-win solution itu sendiri?

10:32 Ginanjar:

selamat datang ibu wilma..selamat bergabung..

10:32 Jayanthi:

menurut saya, win win solution yang diutarakan oleh bu novita anggareini lebih ke arah kompromi... bukan kolaborasi. pada gaya bersengketa kompromi, memang objek konflik akan dibagi rata tanpa melihat siapa yang lebih berhak,

10:32 Nur Izzatil:

wa'alaykumussalam mbak wilma..masih diskusi soal pentingnya agata mbak, lgsg gabung aja senyum

10:33 Novita:

win-win solution menurut pandangan saya berbeda dengan kolaborasi..gaya sengketa kolaborasi lebih kearah problem solving dimana dilihat sesuai dengan proposional namun harus sesua dengan aturan

10:33 MENI:

terkait pertanyaan pak Ginanjar mengenai win-win solution apakah termasuk kolaborasi ? Agak membingungkan sih...karena kalau kolabiorasi berarti Asertid tinggi dan Disertif tinggi...

10:33 Shinta:

berdiskusi dan "duduk semeja" sesama pihak yang berkonflik. jadi lebih kepada berkompromi untuk mencari solusi terbaik

10:33 Nur Syamsi:

Proses untuk mencapai win win solution sangatlah panjang karena harus mengakomodasi kedua kepentingan atau lebih yang sama sama kuat.

10:33 Wilma:

siaapp

10:33 Wilma:

siaapp

10:33 Wilma:

siaapp

10:33 Wilma:

siaapp

10:34 Novita:

akan ada selalu pihak yang akan tidak puas namun juga harus melihat dari sisi aturan perundang-undangan dan kepentingan lingungan

10:34 MENI:

menurut saya win-win solution itu berada di tengah-tengah.... yaitu kompromistis...bagaimana teman2?

10:35 Rahmatullah:

inti pendekatan win-win solution adalah adanya solusi yang memuaskan semua pihak, bukan kemenangan satu pihak

10:35 Achmad:

mo kompromi apa km mei

10:35 MENI:

@pak Tanto: kompromi menyelesaikan sengketa senyum

10:35 Wilma:

hmm.. konfliknya harus dilihat dulu, tahapan RATA harus masuk dalam strategi...baru AGATA dilaksanakan

10:36 Jayanthi:

jadi memang tidak proporsional bu. lain halnya dengan win win solution dengan gaya kolaborasi. akan lebih terlihat "proporsional"nya, karena dengan kolaborasi, akan dicari solusi terbaik untuk semua pihak. bukan dibagi rata.

AA10:36: Ahmad Afif baru saja memasuki obrolan
10:36 Achmad:

kalo realx.. bs mati gaya kita mei.. sedih

AA10:37: Ahmad Afif telah meninggalkan obrolan ini
10:37 Novita:

proposional yang saya maksud adalah sesuai dengan aturan dan kearifan lokal (kepentingan alam)

10:37: Dr. Budi telah meninggalkan obrolan ini
10:38 Jayanthi:

misalnya bagaimana bu?

10:38: Rita Handayani baru saja memasuki obrolan
10:38 Wilma:

AGATA bisa dilaksanakan ketika konflik sudah bisa terdefinisikan, dalam artian ini konflik masuk dalam kawasan mana, kawasan hutan ataukah bukan kawasan hutan

10:38 MENI:

@Bu Novita: contoh kasusnya bu ?

10:38 Novita:

kl realnya agak sulit mmg pak..mungkin kl ada teman-teman dari TNK bisa cerita bagaimana pada tahun 2007-2008 dimana mes sangkima di serang warga yang parahnya lagi masyarakat ini adalah masyarakat pendatang

10:38 Wilma:

sekarang ini konflik yang terjadi didalam kawasan hutan itu sudah berupa modus

10:39 Nur Izzatil:

iya mbak wilma, oleh karena itu agata dilakukan setelah Rata senyum

10:39 Ginanjar:

berarti sudah jelas perbedaan win win solution dengan kolaborasi.. winwin solution mengacu pada menang-menang/ ssemua menang sedangkan kolaborasi mengacu pada proporsional

10:39 Ginanjar:

sekarang kita masuk topik terakhir. Coba ceritakan yang sudah pernah menggunakan AGATA atau pernah terjun dalam konflik lahan dan bagaimana gaya bersengketa yang terjadi secara obyektif

10:40 Novita:

betul mb wilma..banyak modus di sengketa lahan sekarang..ada dalang dibalik semua itu..contoh konkrit kebakaran hutan dan lahan saat ini

10:40 Wilma:

kenapa saya bilang modus ? karena masyarakat sekitar hutan itu tidak seperti masyarakat sekitar hutan tempo doloe...yang memikirkan perut keluarga mereka, tetapi sekarang disomplengi oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan sebesar2nya.

10:41: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini
10:41 Nur Izzatil:

klo di TNK berarti udah masuk gaya --> agitasi sedih

10:41: Dr. Budi baru saja memasuki obrolan
10:42: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan
10:42 Wilma:

kalau dalam kawasan hutan area konflik tersebut, tidak gampang menyelesaikan dengan AGATA, karena tipenya sudah masuk modus, dompleng kepentingan dan keuntungan

10:42 Rahmatullah:

agitasi sedih

10:42 Nur Syamsi:

Saya belum pernah mengguanakan instrumen AGATA

10:43 Nur Izzatil:

dengan gaya sengketa agitasi --> penyelesaian konfliknya bisa sangat lama karena banyak pihak yg berkepentingan, salah satunya kepentingan politik sedih

10:43 MENI:

Modus ? Bagaimana bisa mengetahui bahwa itu modus ?

10:43 Ginanjar:

Coba ceritakan yang sudah pernah menggunakan AGATA atau pernah terjun dalam konflik lahan dan bagaimana gaya bersengketa yang terjadi secara obyektif

10:43 Nur Izzatil:

maka dari itu konflik di TNK sampai sekarang sulit diselesaikan..

10:43 Novita:

saya pernah ikut waktu masih di Mitra TNK saja..

10:44 MENI:

Analisis spt apa yang bisa menyimpulkan itu modus bu Wilma ?

10:44 Novita:

berbagai seminar, pertemuan dengan berbagai pihak dari pusat sampai pemda bahkan ke hukum..semua sudah ditempuh

10:44 Wilma:

libatkan para pihak aparat, baik TNI, lurah,camat, kepala adat, pemerintah prov, pemkab..semua unsur harus hadir.. cara tepat yang bisa dilaksanakan dalam AGATA adalah akomodasi. karena kalau masuk kedalam ranah kolaborasi dan kompromi,

10:44 Jayanthi:

pak Ginanjar : mungkin bagi yang mengetahui detail kasus TNK seperti yang disebutkan Ibu Novita, sejak penyeranagn terjadi bagaimna kelanjutannya.. mungkinini bisa kitaa angkat sebagai kasus nyata agata..

10:44 Wilma:

itu akan ada satu pihak yang dirugikan..ini kasus di dalam kawasan hutan

10:45: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini
10:45: Anne-Cathrin Vonarx baru saja memasuki obrolan
10:45 Novita:

untuk rekan-rekan di balai TNK masih survive dan kreatif hingga kini, walau ilegal logging dan penyerobotan lahan masih ada

10:46 Ginanjar:

bagaimana pengalaman ibu Novita terkait instrumen AGATA?

10:46: Wilma Kania F telah meninggalkan obrolan ini
10:46 Novita:

salut untuk bapak/ibu di TNK...banyak karya mereka sekarang yang telah jadi buku yang layak dibaca, dengan cara itu kita bisa memahami betapa pentingnya keberadaan TNK

10:47 Nur Izzatil:

hingga akhirnya tahun lalu (2014) dilepas dari kawasan sekitar 7rb hektar untuk masyarakat sekitar kawasan sedih

10:47: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan
10:47: Wilma Kania F baru saja memasuki obrolan
10:48 Jayanthi:

NOTE : Masyarakat Pendatang

10:48 Jayanthi: sedih
10:48 Nur Izzatil:

hal tersebut dilakukan karena menghindari konflik yg lebih besar, tidak hanya dengan masyarakat sekitar, tetapi juga konflik dengan pemda

10:48 Novita:

saat ini saya di Kab. Bulungan pak..dan tidak/belum bersentuhan langsung dengan konflik, namun yang kai lakukan adalah mengangkat potensi alam sekitar masyarakat hutan dan melakukan penyuluhan kepada anak"sekolah sehingga terbentuk opini "hutan harus dijaga"

10:48 MENI:

Konflik tsb terjadi mungkin karena kurangnya pendekatan dg masyarakat sekitarnya

10:49 MENI:

kembali ke topik.... instrumen AGATA apa saja yg sudah digunakan di kasus TNK ?

10:49 Nur Syamsi:

Jenis konflik yg ada di TNK apakah masih laten ataukah permukaan ataukah sudah terbuka???

10:50 Nur Izzatil:

kalau yg saya lihat, posisi TNK sebagai pihak yang mengalah --> apa ya istilahnya?

10:50 Novita:

salah satu contoh adalah abrasi sekitar sungai kayan sudah semakin parah, potensi sonneratia sangat banyak,agar masyarakat mau menjaga maka masyarakat juga harus merasakan manfaat,

10:50 Nur Izzatil:

di TNK sudah terbuka pak samsi..

10:50 Jayanthi:

Terbuka Saaam..

10:50 MENI:

point penting...masyarakat mau menjaga jika merasakan manfaatnya

10:51 MENI:

nah terkadang, manfaat sebenarnya sudah dirasakan, tapi belum disadari bahwa itu manfaat

10:51 Ginanjar:

apakah ada yang sudah pernah tahu instrumen AGATA seperti apa dan cara penggunaanya?

10:51 Novita:

masyarakat diberi pelatihan mengenai mangrove dan pemanfaatannya secara lestari, maka terciptalah beberapa produk makanan dan minuman yang menjual, maka sekarang ada syrup mangrove khas bulungan, namun masyarakat juga berkewajiban menanam kembali jenis tersebut di sekitar sunngai mereka

10:52: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini
10:52: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan
10:52 MENI:

Syam ini keluar masuk aja kerjaanya..ke kamar kecil ya ? hehehe

10:53 Nur Izzatil:

saya sendiri belum pernah menggunakan instrumen agata :P

10:53 Nur Syamsi:

Yang saya tau agata itu tools yg berbeda dari lainnya karena semacam software

10:53 Nur Syamsi:

Itu yg pernah saya baca..hehehehe

10:53 Nur Syamsi:

Sakit peyut mbak mey

10:54 MENI:

kalau saya pernah menggunakan instrumen AGATA hanya bukan pada kasus lahan..tapi kasus dana PUAP

10:54: Rita Handayani telah meninggalkan obrolan ini
10:54 Rahmatullah:

saya belum pernah senyum

10:54 Ginanjar:

berarti AGATA bisa digunakan untuk kasus apapun?

10:54 Ginanjar:

bisa di share pengalaman nya ibu mey..

10:55 MENI:

ya AGATA bisa digunakan untuk kasus apapun

10:55 Nur Izzatil:

iya mbak mey, itu gimana?apa sama cara penggunaannya dg sengketa lahan?

10:55: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini
10:55 Ginanjar:

silahkan di share pengalamannya bu mey..

10:55 Nur Izzatil:

yg kasus dana puap itu

10:55: Nur Syamsi Muhammad baru saja memasuki obrolan
10:56 Novita:

iya pak..ketika kita mau PRA penyusunan Programa juga bisa digunakan sehingga kegiatan tahun berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan senyum)

10:56 Novita:

iya pak..ketika kita mau PRA penyusunan Programa juga bisa digunakan sehingga kegiatan tahun berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan senyum)

10:56 Novita:

iya pak..ketika kita mau PRA penyusunan Programa juga bisa digunakan sehingga kegiatan tahun berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan senyum)

10:56 Nur Izzatil:

begh samsi -_-

10:56 MENI:

Gini kasus dana PUAP yang ada di Desa bakunga

10:56 Nur Izzatil:

begh samsi -_-

10:56 Nur Syamsi:

Ayo mbak mey ceritakan kepada kami

10:56: Wilma Kania F telah meninggalkan obrolan ini
10:56 Novita:

seru nih..hehehe

10:57 Rahmatullah:

ayo mba mey, silahkan cerita

10:57: Wilma Kania F baru saja memasuki obrolan
10:57: Rita Handayani baru saja memasuki obrolan
10:58 Nur Syamsi:

Mbak mey =p

10:59 Rahmatullah:

mas Syamsi x_x

10:59 MENI:

Kasus PUAP yg ada di desa Bakungan.... dimana dana PUAP itu diberikan sebesar 100 juta kpd Gapoktan untuk menjadi modal dan dipinjamkan tanpa bunga sebenarnya.... namun ternyata ada yang menyalahgunakanya... ada oknum petugas yg meminjam dana tsb pakai nama petani dalam jumlah cukup ber sekitar 10 juta.... namun macet dlm pengembaliannya...ini menimbukan konfflik krn beberapa petani jadi ikutan tidak mengembalikannya krn ada contoh oknum petugas yg blm mengembalikannya...selalu menghindar jika ditanya...dihubungi tdk diangkat

11:00: Nur Syamsi Muhammad telah meninggalkan obrolan ini
11:00 MENI:

Ketika saya mulai bertugas disana, barulah dijelaskan duduk permasalahnya oleh Ketua gapoktan....

11:00 Nur Izzatil:

jadi gaya bersengketanya menghindar ya mbak?

11:01 MENI:

Yup gaya bersengketanya disini menghindar

11:01 Wilma:

apa metode AGATA yang dipakai?

11:01 Jayanthi:

oknum petugas maksudnya mba?

AA11:01: Ahmad Afif baru saja memasuki obrolan
11:01 MENI:

antara.... oknum perorangan dengan kelompok

11:01 Novita:

berarti apatis dong mb..saling menghindar..heheh

11:01 MENI:

yup oknum petugas.....

11:01 Nur Izzatil:

emang sulit ya kalau menghindar --> berarti gak ada keinginan untuk menyelesaikan masalah sedih

AA11:02: Ahmad Afif telah meninggalkan obrolan ini
11:02: Rahmatullah Mukarramah telah meninggalkan obrolan ini
11:02: Wilma Kania F telah meninggalkan obrolan ini
11:02 Ginanjar:

baik Bapak/ibu mohon maaf sebelumnya.. waktu sudah menunjukkan jam 12.00 WITA, karena sesi chat online kita hanya berdurasi 1 jam.

11:02: Suriantoh Antoh baru saja memasuki obrolan
11:03 Novita:

kurang pak..banyak yang belum bisa masuk...

11:03 Suriantoh:

waduh baru mw joint da finish

11:03 Ginanjar:

bisa kita tarik kesimpulan AGATA memberikan pemahaman kepada assessor atau mediator dan pihak lain yang mendukung penyelesaian sengketa tentang gaya para pihak bersengketa guna menemukan pilihan-pilihan cara penyelesaian sengketa atau bentuk bentuk penyelesaian strategis yang dapat dilakukan oleh mediator atau pihak lain untuk merespon gaya para pihak dalam menghadapi sengketa.

11:03: Rahmatullah Mukarramah baru saja memasuki obrolan
11:03 MENI:

nah dari gaya saling menghindar tersebut... saya mencoba mendekati pihak komunitas (gapoktan) dahulu agar diarahkan ke akomodatif

11:03 Suriantoh:

baru bisa masuk,,,

11:04: Wilma Kania F baru saja memasuki obrolan
11:04 Rahmatullah:

yah, jaringan tidak bersahabat

11:04 Ginanjar:

mohon maaf Bapak Antoh... tidak apa apa pak..

11:04 Suriantoh:

td baru beli jaringan

11:04 Jayanthi:

mba mei melum selese cerita pak Anjar..

11:04 Novita:

lain kali waktunya di tambah pak..

11:04 Nur Izzatil:

Sampai bertemu lagi semuanya senyum

11:04 Rahmatullah:

iyah

11:04 MENI:

dengan oknum petugas sebelumnya yg bermasalah, saya mencoba melakukan pendekatan secara persuasif meski awalnya ditolak

11:04 Jayanthi: sedih
11:04 Ginanjar:

Terimakasih banyak bapak/ibu atas partisipasinya, chating online yang hanya 1 jam ini sangat dinamis dan memberi informasi serta pengalaman bagi kita dan Kita akan bertemu lagi dalam fase tatap muka untuk membahas dan latihan dalam penggunaan instrumen AGATA ini. Kami harapkan bapak ibu tetap semangat mengikuti diklat ini. Semangat ! Sampai jumpa lagi!

11:04 Rahmatullah:

oknum petugasnya apa kabar

11:04 Novita:

mb..mei..cerita lgi dong..pak anjar jgn diputus dl..

11:05 MENI:

yaaah udah habis waktunya ya

11:05 Ginanjar:

sampai jumpa di sesi tatap muka..

11:05 Ginanjar:

jangan lupa untuk penugasaannya..terimakasih

11:05 MENI:

ceritanya bersambung aja ya....

11:05 MENI:

sampai jumpaaaaa semuaaaa.....

11:06: Wilma Kania F telah meninggalkan obrolan ini
11:06 Nur Izzatil:

iya mbak meeey...ditunggu lanjutannya senyum

11:06 Jayanthi:

sampai ketemu di face to face ya semuanya...

11:06: Nur Izzatil Hasanah telah meninggalkan obrolan ini
11:07 Rahmatullah:

sampai jumpa semua

AS11:07: Agus Setiawan telah meninggalkan obrolan ini
11:07 Novita:

emang udah keluar nama"untuk face to face,..heheh

11:07: Ginanjar Saras Adhiguna telah meninggalkan obrolan ini
11:07 Suriantoh:

emang yakin diundang F to F y mba yanti,,hihihi

11:08 Rahmatullah:

hayooo, siapa yg mw ikut face to face....

11:08 Novita:

ok..sampai ketemu di chat selanjutnya..

11:08 Suriantoh:

see u,,,

11:08: Novita Anggraeni telah meninggalkan obrolan ini
11:09: Dr. Budi telah meninggalkan obrolan ini
11:09 MENI:

seruuuu tuh kalau ada face to face tetap online via webcam senyum

11:09: Suriantoh Antoh telah meninggalkan obrolan ini
11:09: Rita Handayani telah meninggalkan obrolan ini
11:10: Achmad Suhartanto telah meninggalkan obrolan ini
11:10 Jayanthi:

yakin dooong pak tantoow..

11:10: Rahmatullah Mukarramah telah meninggalkan obrolan ini
11:13: Shinta Widyastuti telah meninggalkan obrolan ini